RSS
Container Icon
Tampilkan postingan dengan label Fenomena. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fenomena. Tampilkan semua postingan

Kisah perjuangan hidup anak yang menginspirasi dunia


Kisah perjuangan hidup anak yang menginspirasi dunia
...
Sadayana, abi bade sharing ( aduh eta bahasa inggris ) nya atuh berbagi perkawis kisah anu masihan inspirasi
Ieu kisah sanes sakadar kisah, tapi kisah ti murangkalih anu pantes dipasihan apresiasi tingkat tinggi
...
Ah, pokokna mah kitu we,
Langsung wae ah,kalangkang katumbiri nyanggakeun
....
                      KISAH PERJUANGAN HIDUP ANAK YANG MENGINSPIRASI DUNIA

1.Nkosi Johnson,1989 – 2001

Lahir pada tahun 1989 di johanesburg. Ia tidak pernah tahu ayahnya telah Mengidap HIV positif semenjak lahir,dia diadopsi oleh Gail johnson. Nkosi johnson mulai menjadi perhatian publik pada tahun 1997, ketika sebuah sekolah dasar dikota melville johannesburg menolak untuk menerimanya sebagai murid dikarenakan penyakit HIV-positif yang dideritanya . Kejadian tersebut membuat kehebohan ditingkat tertinggi politik afrika selatan, konstitusi melarang deskriminasi atas dasar status medis. Nkosi adalah inti pembicaraan di 13 Konferensi AIDS Internasional, di mana ia mendorong korban AIDS untuk terbuka tentang penyakit dan agar mendapatkan perlakuan yang sama. Ini adalah cuplikan kata sambutan Nkosi:
“kita semua manusia yang sama, Kami memiliki tangan, Kami memiliki kaki, Kami dapat berjalan, kami dapat berbicara, kami memiliki kebutuhan seperti orang lain,jangan takut kepada kami,karena kita semua sama”
Nelson Mandela menyebut Nkosi sebagai “ikon perjuangan untuk hidup”.
Bersama dengan ibu angkatnya, Nkosi mendirikan sebuah tempat perlindungan HIV positif untuk ibu dan anak-anak bernama “Nkosi Haven’s”, di Johannesburg. Pada bulan November 2005, Gail mewakili Nkosi ketika ia menerima Hadiah Perdamaian internasional anak dari tangan Mikhail Gorbachev. Nkosi’s Haven menerima US $ 100.000 hadiah uang dari Yayasan KidsRights serta patung dengan ukiran namanya. kehidupan Nkosi diangkat dalam buku “Kami” karangan Jim Woote.

2.Hector Pieterson (1964 – 16 Juni 1976)
menjadi ikon gambar pada tahun 1976 tentang pemberontakan apartheid di Afrika Selatan. Berita dan foto tentang kematian Hector yang sedang digendong oleh temannya, telah diterbitkan di seluruh dunia. Dia dibunuh pada usia 12 tahun ketika polisi menembaki siswa yang berunjuk rasa.   Oleh karenanya, tanggal 16 juni dijadikan sebagai hari perlawanan terhadap kekejaman dari pemerintah apartheid. Saat ini, tanggal 16 Juni diketahui sebagai Hari Nasional Pemuda di Afrika Selatan yang menghormati kaum muda dan membawa perhatian terhadap kebutuhan mereka.
16 juni 2002,telah diresmikan sebuah museum Hector Pieterson di dekat tempat dia di Orlando Barat. gambar diatas menunjukkan saat mereka membawa Hector Pieterson, diiringi oleh Saudara Hector, Antoinette.


3.Iqbal Masih,1982 – 1995

Iqbal Masih adalah seorang anak laki-laki Pakistan umur 4 tahun yang dijual ke industri karpet sebagai budak dengan harga US$12. Dia dipaksa bekerja selama dua belas jam perhari. Karena jam kerja yang lama dan keras, serta kekurangan makanan dan perawatan, Iqbal memiliki tubuh yang sangat kecil. Pada usia dua belas tahun, tubuhnya seperti anak laki-laki yang baru berusia 6 tahun. Pada usia 10 tahun, dia melarikan diri dari perbudakan brutal dan kemudian bergabung dengan Front Pembebasan Buruh bond Pakistan untuk membantu menghentikan pekerja anak di seluruh dunia, Iqbal menolong lebih dari 3.000 anak Pakistan lepas dari perburuhan,escape to freedom.
Dia dibunuh pada hari Minggu Easter 1995. Diduga oleh banyak pihak bahwa ia telah dibunuh oleh anggota “Carpet Mafia” karena ia membawa publisitas terhadap pekerja anak di industri.
Pada tahun 1994, Iqbal dianugerahkan Reebok Human Rights Award. Pada tahun 2000, ia mendapat penghargaan Hak anak.


 4. Cris - Anak jalanan Filipina
Cris mendapat hadiah uang sebesar Rp1,2 miliar dari organisasi dunia karena kepeduliaannya pada sesama anak jalanan. Usianya baru 13 tahun. Hidupnya sebagai pemulung. Tetapi Cris "Kesz" Valdez bukan pemulung sembarangan. Ia pemulung yang peduli pada sesamanya. Tak tanggung-tanggung, dengan kepeduliaannya itu, ia telah menolong lebih dari 10.000 anak-anak pemulung di Filipina, padahal usianya masih belia.
       "Ketika melihat anak-anak meminta-minta, seperti ada diri saya di sana," katanya mengenai empatinya itu. Hal inilah yang menggerakkan hatinya untuk membantu anak-anak terlantar yang menggelandang di berbagai pelosok Filipina.
        Cris sendiri sebenarnya "dibuang" ibunya. Saat usia tiga tahun ia kabur dari rumahnya karena tak tahan dengan perlakuan kasar ibunya. Ia kemudian menggelandang. Ia bergabung dengan para gelandangan seusianya. Cris kecil mencari makanan dari sisa-sisa orang dan terkadang harus mengaisnya di tempat sampah. Ia juga mencari barang-barang bekas di tempat pembuangan sampah untuk kemudian dijual. Suatu kali, saat sedang menggali sampah, tiba-tiba ia mengenai sesuatu yang kemudian meledak dan membakarnya. Punggungnya hampir habis terbakar. Untung ia bisa diselamatkan dan dibawa ke rumah sakit oleh organisasi yang peduli pada anak-anak jalanan.
         Setelah sembuh organisasi itu mengembalikan Cris ke ibunya. Namun ternyata ibunya menolak menerima Cris dan menyebutnya sebagai sumber ketidakberuntungannya. Akibatnya Cris menggelandang lagi. Namun belajar dari ledakan itu, ia ingin berbagi pengetahuan dengan sesama anak gelandangan agar mereka tak mengalami hal serupa. Ia juga ingin mengajarkan teman-temannya bahwa meski sebagai anak gelandangan mereka tetap harus menjaga kesehatan, menghindari hal-hal yang membahayakan, dan sebagainya.
         Cris kemudian ikut menjadi sukarelawan dari organisasi yang menolong anak-anak terlantar, Dynamic Teen Company. Organisasi ini memberi pelayanan seperti memberi pendidik bagi anak-anak jalanan. Dynamic Teen Company didirikan oleh Efren Geronimo Peñaflorida Jr, pemuda Filipina yang menjadi CNN Heroes 2009. Efren sendiri dianggap saudara oleh Cris. Cris lalu mendirikan organsisasi sendiri bernama, Caring Children. Saat mendirikan organisasi ini usianya masih 7 tahun.
         Bersama organisasinya ini Cris membagikan berbagai kebutuhan anak-anak jalanan agar bisa hidup lebih layak. Cris membagikan bahan-bahan seperti makanan, sandal, sikat gigi dan pastanya, buku-buku, dan lain sebagainya. Pada awalnya kebutuhan itu ia peroleh dari hasil kerjanya sebagai pemulung. Namun belakangan banyak yang membantunya. Melalui organisasinya ini Cris kini sudah membantu 10.000-an anak jalanan di Filipina.
      
 Atas kiprahnya itu, ia mendapatkan penghargaan dari International Children's Peace Prize, pada pertengahan September 2012 ini. Ia meraih hadiah sebesar 100.000 Euro atau sekitar Rp 1,2 miliar. Menurutnya, uang itu akan digunakan untuk biaya pendidikannya karena ia ingin menjadi dokter. Sebagian lainnya untuk mendirikan sekolah bagi anak-anak terlantar.


Ingin jadi dokter agar bisa banyak membantu kesehatan anak jalanan.
       "Pesan saya bagi anak-anak di seluruh dunia adalah, kesehatan kita adalah kekayaan kita. Dalam keadaan sehat kita bisa bermain, berpikir jernih, bangun dan pergi ke sekolah dan mencintai orang-orang di sekitar kita dengan berbagai cara. Bagi siapa pun di seluruh dunia, ingatlah bahwa setiap hari ada 6.000-an anak meninggal karena masalah kesehatan seperti sanitasi yang jelek, tingkat kebersihan yang buruk. Mari bergabung dengan kami untuk menolong anak-anak jalanan agar mendapatkan kesehatan yang hidup lebih baik," kata Cris dalam sambutannya.

5. Gadis Cilik di China tanpa dua kaki mampu berjalan dan berenang

       Qian Hongyan, yang dipaksa untuk menggunakan setengah bola basket sebagai tubuh palsu itu, menginspirasi jutaan orang dengan ambisinya untuk bersaing sebagai perenang dalam Pralimpiade 2012 di London.
      Pada tahun 2000, Qian Hongyan, terluka tragis dalam sebuah kecelakaan mobil ketika ia masih 3 tahun. Untuk menjamin kelangsungan hidupnya, para dokter terpaksa mengamputasi kakinya.
      Keluarga Qian , tinggal di Zhuangxia, Cina, tidak mampu membayar prosthetics modern dan sebagai gantinya digunakan setengah bola basket untuk Qian berjalan. Setelah pada bola, dia menggunakan dua alat peraga kayu untuk membantu bergerak di sekeliling.
      Dia berjuang untuk hidup dengan basket sebagai sebuah underprop, ‘berjalan’ antara sekolah dan rumahnya. Cerita gadis itu dilaporkan secara luas di negara tersebut, dan menarik perhatian Kementerian Keamanan Cina dan Pusat Rehabilitasi dan Riset China. Qian sekarang memiliki sepasang kaki palsu yang tepat, tapi masih mengatakan dia suka menggunakan bola basket dari waktu ke waktu karena lebih mudah baginya untuk masuk dan keluar dari kolam.


Source :

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

CINTA SEJATI SEORANG IBU TERHADAP ANAK-ANAKNYA


CINTA SEJATI SEORANG IBU TERHADAP ANAK-ANAKNYA
...
Nyarioskeun perkawis Ibu, Bunda, Umi, atau mamah moal aya seepna,.
Duriatna Umi ka putra putri-na moal aya babandinganana
...
Jadi ieu aya sakedik kisah di zaman Rasulullah SAW perkawis Umi, mangga di aos..
Insyaallah..Terharu
...
CINTA SEJATI SEORANG IBU TERHADAP ANAK-ANAKNYA
Dia seorang wanita yang sudah tua, namun semangat perjuangannya tetap menyala seperti wanita masih muda. Setiap tutur kata yang dikeluarkannya selalu menjadi pendorong dan bualan orang sekitarnya. Maklumlah ia memang seorang penyair dua zaman, maka tidak kurang pula bercakap dalam bentuk syair. Al-Khansa binti Amru demikianlah nama wanita itu. Dia merupakan wanita yang terkenal cantik dan pandai di kalangan orang Arab. Dia pernah bersyair mengenang kematian saudaranya yang bernama Sakhr: “Setiap mega terbit, dia mengingatkan aku pada si Sakhr, malang.
Aku pula masih teringatkan dia setiap mega hilang di ufuk barat.
Kalaulah tidak kerana terlalu ramai orang menangis di sampingku ke atas mayat-mayat mereka, nescaya aku bunuh diriku.”     Setelah Khansa masuk Islam, keberanian dan kepandaiannya bersyair telah digunakannya untuk menyemarakkan semangat para pejuang Islam. Ia mempunyai empat orang putera yang kesemuanya telah diajar ilmu bersyair dan dididik berjuang dengan berani. Kemudian kesemua puteranya itu telah diserahkannya untuk berjuang demi kemenangan dan kepentingan Islam. Khansa telah mengajar anaknya sejak kecil lagi agar jangan takut menghadapi peperangan dan cabaran.
Pada tahun 14 Hijrah, Khalifah Umar Ibnul Khattab menyediakan satu pasukan tempur untuk menentang Farsi. Semua umat Islam dari berbagai kabilah telah dikerahkan untuk menuju ke medan perang, maka terkumpullah seramai 41,000 orang tentara. Khansa telah mengerahkan keempat-empat puteranya agar ikut mengangkat senjata dalam perang suci itu. Khansa sendiri juga ikut ke medan perang dalam kumpulan pasukan wanita yang bertugas merawat dan menaikkan semangat pejuang tentera Islam.
    Dengarlah nasihat Khansa kepada putera-puteranya yang sebentar lagi akan mara ke medan perang:
“Wahai anak-anakku! Kamu telah memilih Islam dengan rela hati. Kemudian kamu berhijrah dengan suka rela pula. Demi Allah, yang tiada Tuhan selain Dia, sesungguhnya kamu sekalian adalah putera-putera dari seorang lelaki dan seorang wanita. Aku tidak pernah mengkhianati ayahmu, aku tidak pernah memburuk-burukkan saudara maramu, aku tidak pernah merendahkan keturunan kamu, dan aku tidak pernah mengubah perhubungan kamu. Kamu telah tahu tentang pahala yang disediakan oleh Allah kepada kaum muslimin dalam memerangi kaum kafir itu. Ketahuilah bahawasanya kampung yang kekal itu lebih baik daripada kampung yang binasa.”
    Kemudian Khansa membacakan satu ayat dari surah Ali Imaran yang bermaksud:“Wahai orang yang beriman! Sabarlah, dan sempurnakanlah kesabaran itu, dan teguhkanlah kedudukan kamu, dan patuhlah kepada Allah, moga-moga kamu menjadi orang yang beruntung.” Putera-putera Khansa tertunduk khusyuk mendengar nasihat bonda yang disayanginya.
    Seterusnya Khansa berkata: “Jika kalian bangun esok pagi, insya Allah, dalam keadaan selamat, maka keluarlah untuk berperang dengan musuh-musuh kamu. Gunakanlah semua pengalamanmu dan mohonlah pertolongan dari Allah. Jika kamu melihat api pertempuran semakin hebat dan kamu dikelilingi oleh api peperangan yang sedang bergejolak masuklah kamu ke dalamnya. Dan dapatkanlah puncaknya ketika terjadi perlagaan pertempurannya, semoga kamu akan berjaya mendapatkan balasan di kampung yang abadi, dan tempat tinggal yang kekal.”
    Subuh esoknya semua tentara Islam sudah berada di tikar sembahyang masing-masing untuk mengerjakan perintah Allah yaitu solat Subuh, kemudian berdoa moga-moga Allah memberikan mereka kemenangan atau syurga. Kemudian Saad bin Abu Waqas panglima besar Islam telah memberikan arahan agar bersiap sedia sebaik saja semboyan perang berbunyi. Perang satu lawan satupun bermula sampai dua hari. Pada hari ketiga bermulalah pertempuran besar-besaran. 41,000 orang tentera Islam melawan tentera Farsi yang berjumlah 200,000 orang. Pasukan Islam mendapat tentangan hebat, namun mereka tetap yakin akan pertolongan Allah.
    Putera-putera Khansa maju untuk merebut peluang memasuki syurga. Berkat dorongan dan nasihat dari bundanya, mereka tidak sedikitpun berasa takut. Sambil mengibas-ngibaskan pedang, salah seorang di antara mereka bersyair: “Hai saudara-saudaraku!
Ibu tua kita yang banyak pengalaman itu, telah memanggil kita semalam dan membekalkan nasihat. Semua mutiara yang keluar dari mulutnya bernas dan berfaedah.
Insya Allah akan kita buktikan sedikit masa lagi.”    
Kemudian ia maju menetak setiap musuh yang datang. Seterusnya disusul pula oleh anak kedua maju dan menentang setiap musuh yang mencabar. Dengan semangat yang berapi-api ia bersyair: “Demi Allah! Kami tidak akan melanggar nasihat ibu tua kami Nasihatnya wajib ditaati dengan ikhlas dan rela hati Segeralah bertempur, segeralah bertarung dan menggempur musuh bersama-sama Sehingga kau lihat keluarga Kaisar musnah.
Anak Khansa yang ketiga pula segera melompat dengan beraninya sambil bersyair:
“Sungguh ibu tua kami kuat keazamannya, tetap tegas dan tidak goncang.
Beliau telah menggalakkan kita agar bertindak cekap dan berakal cemerlang
Itulah nasihat seorang ibu tua yang mengambil berat terhadap anak-anaknya sendiri
Mari! Segera memasuki medan tempur dan segeralah untuk mempertahankan diri
Dapatkan kemenangan yang bakal membawa kegembiraan di dalam hati.
Atau tempuhlah kematian yang bakal mewarisi kehidupan yang abadi.”    
 Akhir sekali anak keempat menghunus pedang dan melompat menyusul abang-abangnya. Untuk menaikkan semangatnya ia pun bersyair: “Bukanlah aku putera Khansa’, bukanlah aku anak jantan Dan bukan pula kerana Amru yang pujiannya sudah lama terkenal, Kalau aku tidak membuat tentera asing yang berkelompok-kelompok itu terjunam ke jurang bahaya, dan musnah mangsa oleh senjataku.”    
Bergelutlah keempat-empat putera Khansa dengan tekad bulat untuk mendapatkan syurga diiringi oleh doa munajat ibondanya yang berada di garis belakang. Pertempuran terus hebat. Tentera Islam pada mulanya kebingungan dan kacau bilau kerana pihak Farsi menggunakan tentera bergajah di barisan hadapan, sementara tentera pejalan kaki berlindung di belakang binatang tahan lasak itu. Namun tentera Islam dapat mencederakan gajah-gajah itu dengan memanah mata dan bahagian-bahagian lainnya. Gajah yang cedera itu marah dengan menghempaskan tuan yang menungganginya, memijak-mijak tentera Farsi lainnya. Mereka jadi mangsa gajah sendiri. Kesempatan ini dipergunakan oleh pihak Islam untuk memusnahkan mereka.
    Panglima perang bermahkota Farsi dapat dipenggal kepalanya, akhirnya merekapun lari lintang pukang menyeberangi sungai dan dipanah oleh pasukan Islam hingga air sungai menjadi merah. Pasukan Farsi kalah teruk, dari 200,000 tenteranya hanya sebahagian kecil sahaja yang dapat menyelamatkan diri.Umat Islam lega. Kini mereka mengumpul dan mengira tentera Islam yang gugur. Ternyata yang beruntung menemui syahid di medan Kadisia itu berjumlah lebih kurang 7,000 orang. Dan daripada 7,000 orang syhuhada itu terbujur empat orang adik beradik anak Khansa.
    Seketika itu juga ramailah tentera Islam yang datang menemui Khansa memberitahukan bahawa keempat empat anaknya telah menemui syahid. Al-Khansa menerima berita itu dengan tenang, gembira dan hati tidak bergoncang. Al-Khansa terus memuji Allah dengan ucapan: “Segala puji bagi Allah, yang telah memuliakanku dengan kesyahidan mereka, dan aku mengharapkan dari Tuhanku, agar Dia mengumpulkan aku dengar mereka di tempat tinggal yang kekal dengan rahmat-Nya!”   
       Al-Khansa kembali semula ke Madinah bersama para perajurit yang masih hidup dengan meninggalkan mayat putera-puteranya di medan pertempuran Kadisia. Dari peristiwa peperangan itu pula wanita penyair ini mendapat gelaran kehormatan ‘Ummu  syuhada yang ertinya ibu kepada orang-orang yang mati syahid.
...
Pami hoyong ngantunkeun dina kaayaan khusnul khatimah, atawa syahid, Salira kedah taat ka Allah, taat ka Rasul, taat ka Umi sareng Abi ... ok??
...
Sumberna ti... Mutiara Kisah (Perjuangan Para Sahabat).htm

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

SEGELAS AIR DI MEDAN PERANG


SEGELAS AIR DI MEDAN PERANG
...
Aya sakedik carita dina waktos perang di jaman Rasulullah SAW
...
Insyaallah mangpaat


    Di zaman permulaan bangkitnya Agama Islam, banyak peperangan telah berlaku antara pihak tentera Islam dengan pihak musyrikin. Banyak suku-suku Arab yang musyrik telah bangkit menentang Kerajaan Islam yang berpusat di kota Madinah. Salah satu peperangan besar yang dihadapi oleh umat Islam ketika itu ialah Perang Yarmuk.
    Dalam masa peperangan ini suatu peristiwa yang sungguh mengharukan telah terjadi yang kiranya elok dijadikan satu teladan yang indah buat umat dikemudian hari. Satu contoh teladan yang tidak ada tolok bandingnya bagi menunjukkan keluhuran budi pejuang-pejuang Islam di medan pertempuran.
    Salah seorang sahabat Rasulullah SAW bernama Abu Jahim Bin Huzaifah yang menyertai Perang Yarmuk itu meriwayatkan satu peristiwa tentang pengorbanan pejuang-pejuang Islam yang berhati mulia.
Abu Jahim bercerita.
     “Semasa Perang Yarmuk itu saya sedang mencari saudara sepupu saya yang berada di barisan hadapan sekali. Saya bawa bersama-sama sedikit air agar dapat memberi faedah buat dirinya. Tatkala saya menjumpainya dia sedang terbaring berlumuran darah. Dia mengerang kesakitan dan harapan untuknya hidup sangat tipis sekali. Melihat keadaannya itu saya lantas berkejar kepadanya untuk memberikan air. Tetapi ketika hampir saya memberikannya air itu saya terdengar seorang lagi pejuang Islam sedang berteriak: “Berikanlah saya air! air!” Mendengar suaranya itu saudara sepupu saya lantas memberi isyarat agar saya pergi melayani orang itu lebih dahulu dan memberikannya air itu. Maka saya pun tanpa lengah lagi terus pergi mendapatkan orang itu. Pejuang itu amat saya kenali, tidak lain adalah Hasyim Bin Abilas.
    Tetapi sebelum sempat saya memberikan air kepada Hasyim saya terdengar suara orang mengerang di sebelahnya pula, juga meminta air. Hasyim pula kali ini mengisyaratkan saya supaya memberikan air itu lebih dahulu kepada orang yang mengerang dekatnya. Bagaimanapun sebelum sempat saya kepada pejuang yang ketiga itu ia pun telah mati syahid. Lalu saya pun bergegas semula kepada Hasyim tetapi sedihnya ia juga telah mati syahid. Tanpa lengah lagi saya terus pergi mendapatkan saudara sepupu saya itu. Sungguh tidak tahan rasa di hati saya kerana saya dapati dia juga telah mati syahid.
    Demikianlah satu contoh keluhuran budi yang tidak ada bandingnya yang diperlihatkan oleh pejuang-pejuang Islam yang beriman.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Ketika Anak Anak Berjuang untuk Kemerdekaan


Ketika Anak Anak Berjuang untuk Kemerdekaan
Pami murangkalih resep kana jajan, tos teu aneh deui, tapi pami murangkalih resep perang? Eta nembe anu namina ‘wow’.. J
Eh tapi..Perangna perang anu kumaha heula??
...
SLEMAN (KRjogja.com)
Sekitar 80 siswa KB Melati dan TK Rumah Tumbuh terlibat peperangan. Dengan mengenakan pakaian ala para pejuang kemerdekaan maupun penjajah Belanda. Beberapa penjuang yang tertembak mengalami luka-luka dan sebagian tewas. Dengan sigap tim kesehatan pun langsung mengevakuasi dan memberi pertolongan.
Pemandangan ini seolah memperlihatkan kondiisi perjuangan pahlawan saat berperang melawan penjajah merebut kemerdekaan. Acara sosiodrama ini memang sengaja dilakukan sesuai dengan kondisi asli saat zaman peperangan zaman dulu. Para siswa sangat antusias mengikuti kegiatan ini.
“Aku jadi tentara aja, mau mengusir penjajah, aku ndak mau jadi dokter “, ujar Pandan salah satu siswa KB Melati ketika ditanya ingin berperan menjadi apa di halaman Makam Pahlawan Dr Wahidin Mlati Sleman. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menanamkan nilai patriotisme serta cinta tanah air. Acara ini merupakan momentum Hari Pahlawan yang sebelumnya materi pembelajaran dibungkus dengan tema Pahlawanku.
Sejak bulan November anak-anak sudah diperkenalkan materi melalui cerita, aneka games serta beragai permaianan untuk memahami Pahlawan. Anak-anak diajak untuk berpetualang berselancar pengetahuan sosok Jendral Sudirman, Diponegoro, Dr Wahidin, Ki Hajar Dewantara serta R A Kartini.
Acara performance day merupakan kerjasama dengan mahasiswa PKN UNY angkatan 2011. Event tahunan yang diselenggarakan setiap bulan November dimulai pukul 08.00 diawali dengan pijakan sebelum main dengan cerita, bernyanyi bernuansa kepahlawanan. Kemudian anak- anak diberikan pemahaman sekilas tentang nuansa perang jaman dahulu dengan menonton bareng film perjuangan janur kuning. (aya nu terang filmna? Pami teu acan terang mangga taroskeun ka aki google terdekat :p )
Dari situlah anak-anak bersemangat untuk membela tanah air. Untuk menanamkan cinta pahlawan dan menghargai jasa mereka, kegiatan dilanjutkan dengan tabur bunga dimakam pahwalan negara Dr Wahidin Sudirohusodo.
“Setelah tabur bunga dilanjutkan dengan kegiatan perang-perangan,” lanjut Ali Ashar kepada KRJogja.com, Kamis (29/11).
Dalam kegiatan perang-perangan ini tak hanya dilakukan para siswa, tertapi guru juga ikut terlibat. Tak hanya bertindak sebagai TNI maupun penjajah, tetapi juga sebagai rakyat jelata. Kostum yang digunakan bervariasi dan unik, ada yang memakai barang bekas, ada yang beli di toko dan kreasi lainnya. ( Wah guru-guruna kreatif)
Senjata yang digunakan untuk kegiatan perang-perangan menggunakan bom berupa air dalam plastik, kemudian pistol terbuat dari bambu (orang jawa mengatakan bedhil-bedhilan) caranya dengan memakai kertas koran yang dicelupkan air kemudian ditekan sehingga berbunyi “door”. Kegiatan ini tak hanya memberikan pengetahuan Hari Pahlawan tetapi sekaligus merasakan perjuangan pahlawan,”tegas Ali Ashar.
Sumberna ti... Kedaulatan Rakyat Online.htm
....
Meskipun perangnya hanya sebagai upaya dalam memperingati hari – hari besar Nasional, akan tetapi hal-hal seperti inilah yang lebih mengena pada anak-anak. Karena seprti yang kita tahu, anak-anak begitu menyukai dunia bermainnya.(Eh tapi anu tos ageung oge masih resep kana ‘dunia bermainnya’). Jadi pembelajaran yang menjurus pada permainan akan begitu disukai anak-anak. Asalkan ketika mereka besar nanti, jangan sampai ketika perang asli melawan pengganggu keutuhan negara, para tentaramalah menggunakan pistol mainan.. aduh (?)
....

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Reklame tertinggi di dunia setinggi gedung 33 lantai di Dubailand, Dubai


Aya postingan aneh, tina judulna oge tos kapendak..ieu artikel singkat, Oke mangga ditinggal.. 
         
          Reklame adalah suatu papan iklan yang digunakan banyak perusahaan untuk mempromosikan sesuatu sehingga banyak konsumen yang mengetahui produk atau perusahaannya. Reklame juga sering digunakan pemerintah untuk menghimbau warganya agar mengikuti apa yang dimaksudkan pemerintah itu, ya.. intinya sih mempromosikan lagi. Salah satu syarat billboard (papan iklan) yang baik adalah cukup besar/tinggi untuk dilihat orang banyak, tapi tunggu dulu pertanyaannya seberapa besar/tinggi?

          Bagaimana kalau papan iklan setinggi gedung dengan 33 lantai dan dapat dilihat dari jarak sampai 1,5 km?
Aduh kalau dipikir-pikir, bagus juga sih bisa dilihat dari jauh, soalnya kan kalau ukurannya kecil agak percuma juga. Nah setidaknya inilah yang ditawarkan oleh perusahaan Tammer yang rencananya akan memasang layar LED terbesar di dunia dalam waktu dekat.Billboard tersebut terletak di salah satu gedung (tower) di Dubailand, Dubai.
Sedikit nih tentang Dubailand, Dubai adalah wilayah  yang terkenal dengan Dubailand-nya, diperkirakan mampu melampaui ketenaran Disneyland atau Universal Studios. Jelas saja, Dubailand
merupakan taman rekreasi lengkap dengan wahana, hotel, taman dinosaurus, dan lain-lain. Yang menarik lagi, Dubailand ini didirikan ditengah gurun pasir sementara Dubailand dibuat sejuk dengan berbagai tumbuhan dan hotel bawah air-nya yang terkenal. Yang penasaran boleh deh di tanya ke kakek google, pasti kakek tahu.

         
Kembali ke reklame terbesar yang nantinya akan dipasang layar LED itu, Penggunaan teknologi layar LED menggunakan teknologi terbaru sehingga bangunan yang berada di belakang layar LED ini tetap mendapatkan sinar matahari yang alami. Jadi jangan khawatir terlalu kepanasan karena layar LED yang menghalangi. Nah ayo, perusahaan mana yang mau pasang iklan disini?? Nggak perusahaan juga ada nggak yang mau nempelin fotonya disini?keliatan dari jauh lo..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kisah Kisah yang Menakjubkan ketika Perang di Palestina



Rerencangan sadayana, ieu aya postingan perkawis kajadian anu ‘ wow ‘ pa perang di Palestina. Postingana mah dina basa Indonesia, sangkan ngajaga kaaslian sumber caritana mah
Sok mangga di aos sasarengan ....

Kisah Kisah yang Menakjubkan ketika Perang di Palestina
Gaza, itulah nama hamparan tanah yang luasnya tidak lebih dari 360 km persegi. Berada di Palestina Selatan, “terjepit” di antara tanah yang dikuasai penjajah Zionis Israel, Mesir, dan laut Mediterania, serta dikepung dengan tembok di sepanjang daratannya. Sudah lama Israel “bernafsu” menguasai wilayah ini. Namun, jangankan menguasai, untuk bisa masuk ke dalamnya saja Israel sangat kesulitan.
Sudah banyak cara yang mereka lakukan untuk menundukkan kota kecil ini. Blokade rapat yang membuat rakyat Gaza kesulitan memperoleh bahan makanan, obat-obatan, dan energi, telah dilakukan sejak 2006 hingga kini. Namun, penduduk Gaza tetap bertahan, bahkan perlawanan Gaza atas penjajahan Zionis semakin menguat.
Akhirnya Israel melakukan serangan “habis-habisan” ke wilayah ini sejak 27 Desember 2008 hingga 18 Januari 2009. Mereka”mengguyurkan” ratusan ton bom dan mengerahkan semua kekuatan hingga pasukan cadangannya. Namun, sekali lagi, negara yang tergolong memiliki militer terkuat di dunia ini harus mundur dari Gaza.
Di atas kertas, kemampuan senjata AK 47, roket anti tank RPG, ranjau, serta beberapa jenis roket buatan lokal yang biasa dipakai para mujahidin Palestina, tidak akan mampu menghadapi pasukan Israel yang didukung tank Merkava yang dikenal terhebat di dunia. Apalagi menghadapi pesawat tempur canggih F-16, heli tempur Apache, serta ribuan ton “bom canggih” buatan Amerika Serikat. Akan tetapi di sana ada “kekuatan lain” yang membuat para mujahidin mampu membuat “kaum penjajah” itu hengkang dari Gaza dengan muka tertunduk, walau hanya dengan berbekal senjata-senjata “kuno”.
Itulah pertolongan Allah Subhanahu wa Ta’ala yang diberikan kepada para pejuangnya yang taat dan ikhlas. Kisah tentang munculnya “pasukan lain” yang ikut bertempur bersama para mujahidin, semerbak harum jasad para syuhada, serta beberapa peristiwa “aneh” lainnya selama pertempuran, telah beredar di kalangan masyarakat Gaza, ditulis para jurnahs, bahkan disiarkan para khatib Palestina di khutbah-khutbah Jumat mereka.
Berikut ini adalah rangkuman kisah-kisah “ajaib” tersebut dari berbagai sumber untuk kita ingat dan renungkan.
1.  Pasukan “Berseragam Putih” di Gaza
Ada “pasukan lain” membantu para mujahidin Palestina. Pasukan Israel sendiri mengakui adanya pasukan berseragam putih itu. Suatu hari di penghujung Januari 2009, sebuah rumah milik keluarga Dardunah yang berada di antara Jabal Al Kasyif dan Jabal Ar Rais, tepatnya di jalan Al Qaram, didatangi oleh sekelompok pasukan Israel. Seluruh anggota keluarga diperintahkan duduk di sebuah ruangan. Salah satu anak laki-laki diinterogasi mengenai ciri-ciri para pejuang al-Qassam.
Saat diinterogasi, sebagaimana ditulis situs Filisthin Al Aan (25/1/2009), mengutip cerita seorang mujahidin al-Qassam, laki-laki itu menjawab dengan jujur bahwa para pejuang al-Qassam mengenakan baju hitam-hitam. Akan tetapi tentara itu malah marah dan memukulnya hingga laki-laki malang itu pingsan. Selama tiga hari berturut-turut, setiap ditanya, laki-laki itu menjawab bahwa para pejuang al-Qassam memakai seragam hitam. Akhirnya, tentara itu naik pitam dan mengatakan dengan keras, “Wahai pembohong! Mereka itu berseragam putih!”
Cerita lain yang disampaikan penduduk Palestina di situs milik Brigade Izzuddin al-Qassam, Multaqa al-Qasami, juga menyebutkan adanya “pasukan lain” yang tidak dikenal. Awalnya, sebuah ambulan dihentikan oleh sekelompok pasukan Israel. Sopirnya ditanya apakah dia berasal dari kelompok Hamas atau Fatah? Sopir malang itu menjawab, “Saya bukan kelompok mana-mana. Saya cuma sopir ambulan.” Akan tetapi tentara Israel itu masih bertanya, “Pasukan yang berpakaian putih-putih dibelakangmu tadi, masuk kelompok mana?” Si sopir pun kebingungan, karena ia tidak melihat seorangpun yang berada di belakangnya. “Saya tidak tahu,” jawaban satu-satunya yang ia miliki.
2.  Suara Tak Bersumber
Ada lagi kisah karamah mujahidin yang kali ini disebutkan oleh khatib masjid Izzuddin Al Qassam di wilayah Nashirat Gaza yang telah ditayangkan oleh TV channel Al Quds, yang juga ditulis oleh Dr Aburrahman Al Jamal di situs Al Qassam dengan judul Ayaat Ar Rahman fi Jihad Al Furqan (Ayat-ayat Allah dalam Jihad Al Furqan).
Sang khatib bercerita, seorang pejuang telah menanam sebuah ranjau yang telah disiapkan untuk menyambut pasukan Zionis yang melalui jalan tersebut. “Saya telah menanam sebuah ranjau. Saya kemudian melihat sebuah helikopter menurunkan sejumlah besar pasukan disertai tank-tank yang beriringan menuju jalan tempat saya menanam ranjau,” kata pejuang tadi.
Akhirnya, sang pejuang memutuskan untuk kembali ke markas karena mengira ranjau itu tidak akan bekerja optimal. Maklum, jumlah musuh amat banyak. Akan tetapi, sebelum beranjak meninggalkan lokasi, pejuang itu mendengar suara “Utsbut, tsabatkallah” yang maknanya kurang lebih, “tetaplah di tempat maka Allah menguatkanmu.” Ucapan itu ia dengar berulang-ulang sebanyak tiga kali. “Saya mencari sekeliling untuk mengetahui siapa yang mengatakan hal itu kapada saya. Akan tetapi saya malah terkejut, karena tidak ada seorang pun yang bersama saya,” ucap mujahidin itu, sebagaimana ditirukan sang khatib.
Akhirnya sang mujahid memutuskan untuk tetap berada di lokasi. Ketika sebuah tank melewati ranjau yang tertanam, sesualu yang “ajaib” terjadi. Ranjau itu justru meledak amat dahsyat. Tank yang berada di dekatnya langsung hancur. Banyak serdadu Israel meninggal seketika. Sebagian dari mereka harus diangkut oleh helikopter. “Sedangkan saya sendiri dalam keadaan selamat,” kata mujahid itu lagi, melalui lidah khatib.
Cerita yang disampaikan oleh seorang penulis Mesir, Hisyam Hilali, dalam situs alraesryoon.com, ikut mendukung kisah-kisah sebelumnya. Abu Mujahid, salah seorang pejuang yang melakukan ribath (berjaga) mengatakan,
“Ketika saya mengamati gerakan tank-tank di perbatasan kota, dan tidak ada seorang pun di sekitar, akan tetapi saya mendengar suara orang yang bertasbih dan beritighfar. Saya berkali-kali mencoba untuk memastikan asal suara itu, akhirnya saya memastikan bahwa suara itu tidak keluar kecuali dari bebatuan dan pasir.”
Cerita mengenai “pasukan tidak dikenal” juga datang dari seorang penduduk rumah susun wilayah Tal Islam yang handak mengungsi bersama keluarganya untuk menyelamatkan diri dari serangan Israel.
Di tangga rumah ia melihat beberapa pejuang menangis. “Kenapa kalian menangis?” tanyanya. “Kami menangis bukan karena khawatir keadaan diri kami atau takut dari musuh. Kami menangis karena bukan kami yang bertempur. Di sana ada kelompok lain yang bertempur memporak-porandakan musuh, dan kami tidak tahu dari mana mereka datang,” jawabnya.
3.  Saksi Serdadu Israel
Cerita tentang “serdadu berseragam putih” tak hanya diungkap oleh mujahidin Palestina atau warga Gaza. Beberapa personel pasukan Israel sendiri menyatakan hal serupa. Situs al-Qassam memberitakan bahwa TV Channel 10 milik Israel telah menyiarkan seorang anggota pasukan yang ikut serta dalam pertempuran Gaza dan kembali dalam keadaan buta.
“Ketika saya berada di Gaza, seorang tentara berpakaian putih mendatangi saya dan menaburkan pasir di mata saya, hingga saat itu juga saya buta,” kata anggota pasukan ini. Di tempat lain ada serdadu Israel yang mengatakan mereka pernah berhadapan dengan “hantu”. Mereka tidak diketahui dari mana asalnya, kapan munculnya, dan ke mana menghilangnya.
Masih dari Channel 10, seorang Lentara Israel lainnya mengatakan, “Kami berhadapan dengan pasukan berbaju putih-putih dengan jenggot panjang. Kami tembak dengan senjata, akan tetapi mereka tidak mati.” Cerita ini menggelitik banyak pemirsa. Mereka bertanya kepada Channel 10, siapa sebenarnya pasukan berseragam putih itu?
4.  Sudah Meledak, Ranjau Masih Utuh
Di saat para mujahidin terjepit, hewan-hewan dan alam tiba-tiba ikut membantu, bahkan menjelma menjadi sesuatu yang menakutkan. Sebuah kejadian “aneh” terjadi di Gaza Selatan, tepatnya di daerah AI Maghraqah. Saat itu para mujahidin sedang memasang ranjau. Di saat mengulur kabel, tiba-tiba sebuah pesawat mata-mata Israel memergoki mereka. Bom pun langsung jatuh ke lokasi itu. Untunglah para mujahidin selamat. Namun, kabel pengubung ranjau dan pemicu yang tadi hendak disambung menjadi terputus. Tidak ada kesempatan lagi untuk menyambungnya, karena pesawat masih berputar-putar di atas.
Tak lama kemudian, beberapa tank Israel mendekati lokasi di mana ranjau-ranjau tersebut ditanam. Tak sekadar lewat, tank-tank itu malah berhenti tepat di atas peledak yang sudah tak berfungsi itu. Apa daya, kaum Mujahidin tak bisa berbuat apa-apa. Kabel ranjau jelas tak mungkin disambung, sementara tank-tank Israel telah berkumpul persis di atas ranjau.
Mereka merasa amat sedih, bahkan ada yang menangis ketika melihat pemandangan itu. Sebagian yang lain berdoa, “allahumma kama lam tumakkinna minhum, allahumma la tumakkin lahum,” yang maknanya, “Ya Allah, sebagaimana engkau tidak memberikan kesempatan kami menghadapi mereka, jadikanlah mereka juga lidak memiliki kesempatan serupa.”
Tiba-tiba, ketika fajar tiba, terjadilah keajaiban. Terdengar ledakan dahsyat persis di lokasi penanaman ranjau yang tadinya tak berfungsi. Setelah Tentara Israel pergi dengan membawa kerugian akibat ledakan lersebut, para mujahidin segera melihal lokasi ledakan. Sungguh aneh, ternyata seluruh ranjau yang telah mereka tanam itu masih utuh. Dari mana datangnva ledakan? Wallahu a’lam.
Masih dari wilayah Al Maghraqah. Saat pasukan Israel menembakkan artileri ke salah satu rumah, hingga rumah itu terbakar dan api menjalar ke rumah sebelahnya, para mujahidin dihinggapi rasa khawatir jika api itu semakin tak terkendali.
Seorang dari mujahidin itu lalu berdoa,”Wahai Dzat yang merubah api menjadi dingin dan tidak membahayakan untuk Ibrahim, padamkanlah api itu dengan kekuatan-Mu.” Maka, tidak lebih dari tiga menit, api pun padam. Para niujahidin menangis terharu karena mereka merasa Allah Subhanuhu wa Ta’ala (SWT) telah memberi pertolongan dengan terkabulnya doa mereka dengan segera.
5.  Merpati dan Anjing
Seorang mujahid Palestina menuturkan kisah “aneh” lainnya kepada situs Filithin Al Aan (25/1/ 2009). Saat bertugas di wilayah Jabal Ar Rais, sang mujahid melihat seekor merpati terbang dengan suara melengking, yang melintas sebelum rudal-rudal Israel berjatuhan di wilayah itu.
Para mujahidin yang juga melihat merpati itu langsung menangkap adanya isyarat yang ingin disampaikan sang merpati. Begitu merpali itu melintas, para mujahidin langsung berlindung di tempat persembunyian mereka. Ternyata dugaan mereka benar. Selang beberapa saat kemudian bom-bom Israel datang menghujan. Para mujahidin itu pun selamat.
Adalagi cerita “keajaiban” mengenai seekor anjing, sebagaimana diberitakan situs Filithin Al Aan. Suatu hari, tatkala sekumpulan mujahidin Al Qassam melakukan ribath di front pada tengah malam, tiba-tiba muncul seekor anjing militer Israel jenis doberman. Anjing itu kelihatannya memang dilatih khusus untuk membantu pasukan Israel menemukan tempat penyimpanan senjata dan persembunyian para mujahidin.
Anjing besar ini mendekat dengan menampakkan sikap tidak bersahabat. Salah seorang mujahidin kemudian mendekati anjing itu dan berkata kepadanya, “Kami adalah para mujahidin di jalan Allah dan kami diperintahkan untuk tetap berada di tempat ini. Karena itu, menjauhlah dari kami, dan jangan menimbulkan masalah untuk kami.”
Setelah itu, si anjing duduk dengan dua tangannya dijulurkan ke depan dan diam. Akhirnya, seorang mujahidin yang lain mendekatinya dan memberinya beberapa korma. Dengan tenang anjing itu memakan korma itu, lalu beranjak pergi.
6.  Kabut pun Ikut Membantu
Ada pula kisah menarik yang disampaikan oleh komandan lapangan Al Qassam di kamp pengungsian Nashirat, langsung setelah usai shalat dhuhur di masjid Al Qassam (17/1/2009). Saat itu sekelompok mujahidin yang melakukan ribath di Tal Ajul terkepung oleh tank-tank Israel dan pasukan khusus mereka. Dari atas, pesawat mata-mata terus mengawasi. Di saat posisi para mujahidin terjepit, kabut tebal tiba-tiba turun di malam itu. Kabut itu lelah menutupi pandangan mata tentara Israel dan membantu pasukan mujahidin keluar dari kepungan.
Kasus serupa diceritakan oleh Abu Ubaidah. salah satu pemimpin lapangan Al Qassam, sebagaimana ditulis situs almesryoon.com (sudah tidak bisa diakses lagi). la bercerita bagaimana kabut tebal tiba-tiba turun dan membatu para mujahidin untuk melakukan serangan. Awalnya, pasukan mujahiddin tengah menunggu waktu yang tepat untuk mendekati tank-tank tentara Israel guna meledakkannya. “Tak lupa kami berdoa kepada Allah agar dimudahkan untuk melakukan serangan ini,” kata Abu Ubaidah.
Tiba-tiba turunlah kabut tebal di tempat tersebut. Pasukan mujahidin segera bergerak menyelinap di antara tank-tank, menanam ranjau-ranjau di dekatnya, dan segera meninggalkan lokasi tanpa diketahui pesawat mata-mata yang memenuhi langit Gaza, atau oleh pasukan infantri Israel yang berada di sekitar kendaraan militer itu.
7.  Selamat Dengan al-Qur’an
Cerita ini bermula ketika salah seorang pejuang yang menderita luka memasuki rumah sakit As Syifa’. Seorang dokter yang memeriksanya kaget ketika mengelahui ada sepotong proyektil peluru bersarang di saku pejuang tersebut. Yang membuat ia sangat kaget adalah timah panas itu gagal menembus jantung sang pejuang karena terhalang oleh sebuah buku doa dan mushaf al-Qur’an yang selalu berada di saku sang pejuang.
Buku kumpulun doa itu berlobang, namun hanya sampul muka mushaf itu saja yang rusak, sedangkan proyektil sendiri bentuknya sudah “berantakan”. Kisah ini disaksikan sendiri oleh Dr Hisam Az Zaghah, dan diceritakannya saat Festival Ikatan Dokter Yordan sebagaimana ditulis situs partai Al Ikhwan Al Muslimun (23/1/2009). Dr. Hisam juga memperlihatkan bukti berupa sebuah proyektil peluru, mushaf Al Qur’an, serta buku kumpulan doa-doa berjudul Hishnul Muslim yang menahan peluru tersebut.
Abu Ahid, imam Masjid AnNur di Hay As Syeikh Ridzwan, juga punya kisah menarik. Sebelumnya, Israel telah menembakkan 3 rudalnya ke masjid itu hingga tidak tersisa kecuali hanya puing-puing bangunan. “Akan tetapi mushaf-mushaf Al Quran tetap berada di tampatnya dan tidak tersentuh apa-apa,” ucapnya seraya tak henti bertasbih.
“Kami temui beberapa mushaf yang terbuka tepat di ayat-ayat yang mengabarkan tentang kemenangan dan kesabaran, seperti firman Allah, ‘Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka berkata, sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali,”(Al-Baqarah [2]: 155-156),” jelas Abu Ahid sebagaimana dikutip Islam Online (15/1/2009).
8.  Harum Jasad Para Syuhada
Abdullah As Shani adalah anggota kesatuan sniper (penembak jitu) al-Qassam yang menjadi sasaran rudal pesawat F-16 Israel ketika sedang berada di pos keamanan di Nashirat, Gaza.
Jasad komandan lapangan al-Qassam dan pengawal khusus para tokoh Hamas ini “hilang” setelah terkena rudal. Selama dua hari jasad tersebut dicari, ternyata sudah hancur tak tersisa kecuali serpihan kepala dan dagunya. Serpihan-serpihan tubuh itu kemudian dikumpulkan dan dibawa pulang ke rumah oleh keluarganya untuk dimakamkan.
Sebelum dikebumikan, sebagaimana dirilis situs syiria-aleppo. com (24/1/2009), serpihan jasad tersebut sempat disemayamkan di sebuah ruangan di rumah keluarganya. Beberapa lama kemudian, mendadak muncul bau harum misk dari ruangan penyimpanan serpihan tubuh tadi.
Keluarga Abdullah As Shani’ terkejut lalu memberitahukan kepada orang-orang yang mengenal sang pejuang yang memiliki kuniyah (julukan) Abu Hamzah ini. Lalu, puluhan orang ramai-ramai mendatangi rumah tersebut untuk mencium bau harum yang berasal dari serpihan-serpihan tubuh yang diletakkan dalam sebuah kantong plastik. Bahkan, menurut pihak keluarga, 20 hari setelah wafatnya pria yang tak suka menampakkan amalan-amalannya ini, bau harum itu kembali semerbak memenuhi rungan yang sama.
Cerita yang sama terjadi juga pada jenazah Musa Hasan Abu Nar, mujahid Al Qassam yang juga syahid karena serangan udara Israel di Nashiriyah. Dr Abdurrahman Al Jamal, penulis yang bermukim di Gaza, ikut mencium bau harum dari sepotong kain yang terkena darah Musa Hasan Abu Nar. Walau kain itu telah dicuci berkali-kali, bau itu tetap semerbak.
Ketua Partai Amal Mesir, Majdi Ahmad Husain, menyaksikan sendiri harumnya jenazah para syuhada. Sebagaunana dilansir situs Al Quds Al Arabi (19/1/2009), saat masih berada di Gaza, ia menyampaikan, “Saya telah mengunjungi sebagian besar kota dan desa-desa. Saya ingin melihat bangunan-bangunan yang hancur karena serangan Israel. Percayalah, bahwa saya mencium bau harumnya para syuhada.”
9.  Dua Pekan Wafat, Darah Tetap Mengalir
Yasir Ali Ukasyah sengaja pergi ke Gaza dalam rangka bergabung dengan sayap milisi pejuang Hamas, Brigade Izzuddin al-Qassam. Ia meninggalkan Mesir setelah gerbang Rafah, yang menghubungkan Mesir-Gaza, terbuka beberapa bulan lalu.
Sebelumnya, pemuda yang gemar menghafal al-Qur’an ini sempat mengikuti wisuda huffadz (para penghafal) al-Qur’an di Gaza dan bergabung dengan para mujahidin untuk memperoleh pelatihan militer. Sebelum masuk Gaza, di pertemuan akhir dengan salah satu sahabatnya di Rafah, ia meminta didoakan agar memperoleh kesyahidan.
Untung tak dapat ditolak, malang tak dapat diraih, di bumi jihad Gaza, ia telah memperoleh apa yang ia cita-citakan. Yasir syahid dalam sebuah pertempuran dengan pasukan Israel di kamp pengungsian Jabaliya. Karena kondisi medan, jasadnya baru bisa dievakuasi setelah dua pekan wafatnya di medan pertempuran tersebut.
Walau sudah dua pekan meninggal, para pejuang yang ikut serta melakukan evakuasi menyaksikan bahwa darah segar pemuda berumur 21 tahun itu masih mengalir dan fisiknya tidak rusak. Kondisinya mirip seperti orang yang sedang tertidur.
Sebelum syahid, para pejuang pernah menawarkan kepadanya untuk menikah dengan salah satu gadis Palestina, namun ia menolak. “Saya meninggalkan keluarga dan tanah air dikarenakan hal yang lebih besar dari itu,” jawabnya.
Kabar tentang kondisi jenazah pemuda yang memiliki kuniyah Abu Hamzah beredar di kalangan penduduk Gaza. Para khatib juga menjadikannya sebagai bahan khutbah Jumat mereka atas tanda-tanda keajaiban perang Gaza. Cerita ini juga dimuat oleh Arab Times (7/2/ 2009).
10.            Terbunuh 1.000, Lahir 3.000
Hilang seribu, tumbuh tiga ribu. Sepertinya, ungkapan ini cocok disematkan kepada penduduk Gaza. Kesedihan rakyat Gaza atas hilangnya nyawa 1.412 putra putrinya, terobati dengan lahirnya 3.700 bayi selama 22 hari gempuran Israel terhadap kota kecil ini.
Hamam Nisman, Direktur Dinas Hubungan Sosial dalam Kementerian Kesehatan pemerintahan Gaza menyatakan bahwa dalam 22 hari 3.700 bayi lahir di Gaza. “Mereka lahir antara tanggal 27 Desember 2008 hingga 17 Januari 2009, ketika Israel melakukan serangan yang menyebabkan meninggalnya 1.412 rakyat Gaza, yang mayoritas wanita dan anak-anak,” katanya.
“Setiap tahun 50 ribu kasus kelahiran tercatat di Gaza. Dan, dalam satu bulan tercatat 3.000 hingga 4.000 kelahiran. Akan tetapi di masa serangan Israel 22 hari, kami mencatat 3.700 kelahiran dan pada sisa bulan Januari tercatat 1.300 kelahiran. Berarti dalam bulan Januari terjadi peningkatan kelahiran hingga 1.000 kasus.
Rasio antara kematian dan kelahiran di Gaza memang tidak sama. Angka kelahiran, jelasnya lagi, mencapai 50 ribu tiap tahun, sedang kematian mencapai 5 ribu. Israel sengaja membunuh para wanita dan anak-anak untuk menghapus masa depan Gaza. Sebanyak 440 anak-anak dan 110 wanita telah dibunuh dan 2.000 anak serta 1.000 wanita mengalami luka-luka.

Source ,Media Dakwah.htm

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS